Followers

Sunday, August 21, 2011

Siapa yang Terkena..??

 KISAH PROFESSOR & PELAJAR

Seorang atheist yang juga professor falsafah bercerita dalam kuliahnya mengenai masalah yang dihadapi oleh sains berkenaan dengan Tuhan. Dia meminta seorang pelajarnya bangun dan beliau bertanya…

Prof:        Kamu percayakan Tuhan?

Pelajar:     Sudah semestinya professor.
......
Prof:         Adakah Tuhan itu baik?

Pelajar:     Ya

Prof:         Adakah Tuhan itu amat berkuasa?

Pelajar:      Ya

Prof:         Saudara saya meninggal kerana kanser walaupun dia berdoa kepada Tuhan agar dia boleh                                                      sembuh. Kebanyakan kita akan cuba membantu mereka yang sedang sakit tetapi Tuhan tidak. Jadi macamana Tuhan itu baik? Hmmm?

(Pelajar berdiam diri)

Prof:        Kamu tidak boleh menjawabnya ya? Mari kita teruskan lagi anak muda. Adakah Tuhan baik?

Pelajar:    Ya.

Prof:         Adakah syaitan baik?

Pelajar:     Tidak.

Prof:         Siapa yang mencipta syaitan?

Pelajar:     Tuhan.

Prof:        Tepat sekali, beritahu saya anak muda, wujudkah kejahatan didunia ini? 

Pelajar:     Ya.

Prof:          Kejahatan ada dimana-mana bukan? Dan Tuhan mencipta semuanya, betul?

Pelajar:      Ya.

Prof:         Jadi siapa yang mencipta kejahatan?

(Pelajar tidak menjawab)

Prof:        Bukankah terdapat penyakit? Keruntuhan moral? Kebencian? Keburukan? Semua perkara yang dasyat ini wujud didunia ini bukan?

Pelajar:    Ya professor.

Prof:        Siapa yang menciptanya?

(Pelajar tiada jawapan untuknya)
Prof:        Science menyatakan yang kamu ada 5 deria untuk mengenalpasti dan melihat dunia disekeliling kamu, beritahu saya anak muda, pernahkah kamu melihat Tuhan?

Student:   Tidak pernah professor.

Prof:          Sila beritahu jika kamu pernah mendengar akan Tuhan itu?

Pelajar:      Tidak pernah professor.

Prof:          Pernahkah kamu perasankan akan Tuhan itu? rasaiNya, menghiduNya? Adakah pada kamu itu apa-apa deria yang boleh membuat kamu kenal akan Tuhan itu?

Pelajar:
     Tiada professor, saya tidak pernah mengalaminya.

Prof:          Dan kamu masih percayakan Tuhan itu?

Pelajar:      Ya professor.

Prof:          Berdasarkan kepada pemerhatian, pada kajian, pada suatu yang boleh didemonstrasikan, sains menyatakan yang Tuhan itu tidak wujud. Apa pendapat kamu mengenainya?

Pelajar:     Saya tidak boleh berkata apa2 professor, saya hanya ada kepercayaan dan keimanan kepada Tuhan itu sendiri.

Prof:         Ya.. percaya.. iman, itulah dia masalah yang dihadapi oleh sains.

(Pelajar termenung dan berfikir lantas bersuara..)

Pelajar:     Professor, wujudkan apa yang dipanggil panas?

Prof:         Ya.

Pelajar:     Dan juga apa yang dipanggil sejuk?

Prof:          Ya.

Pelajar:      Tidak professor, tidak ada sebenarnya apa yang di panggil sejuk itu.

(Semua didalam dewan kuliah terdiam)

Pelajar:      Professor, kita boleh ada banyak haba kepanasan, panas yang teramat sangat, yang sedikit atau pun tiada kepanasan. Sebenarnya kita tiada apa yang dipanggil sejuk. Kita boleh mencapai 458 darjah dibawah takat beku tetapi kita tidak boleh pergi rendah daripada itu. Sebenarnya tiada apa yang dipanggil sejuk. Kepanasan itu adalah tenaga, sejuk bukanlah lawan kepada panas, hanya ketiadaan panas itu sendiri.

(Dewan kuliah menjadi sunyi sepi)
Pelajar:       Bagaimana pula dengan kegelapan? Adakah wujud apa yang dipanggil gelap itu?

Professor:   Apalah malam jika tiada kegelapan?

Pelajar:        Sekali lagi professor silap. Kegelapan hanyalah ketiadaan sesuatu. Kita boleh ada cahaya yang malap, cahaya normal, cahaya terang, cahaya berkilau… tetapi jika kita tiada cahaya, itu yang dipanggil kegelapan. Realitinya "gelap" itu tidak wujud. Kita tidak boleh membuatkan gelap itu menjadi semakin bertambah gelap bukan?

Prof:           Jadi apa sebenar yang kamu ingin sampaikan disini?

Pelajar:       Apa yang saya ingin nyatakan adalah, falsafah professor itu salah.

Prof:           Salah? Bolehkah kamu jelaskannya?

Pelajar:       Profesor membuat perhitungan menggunakan konsep yang berlawan, antara hidup dan mati, Tuhan yang baik dan tidak. Professor melihat konsep ketuhanan itu pada suatu yang nyata, sesuatu yang boleh kita ukur. Professor, sains masih tidak boleh menjelaskan dari mana datangya "ruh atau nyawa" dan apakah "minda" atau "fikiran" itu sendiri. Sains menggunakan elektrik dan magnetism tetapi ianya suatu yang tidak kelihatan dan nyata, malah kita masih tidak memahaminya secara keseluruhan. Untuk melihat mati itu sebagai lawan kepada kepada hidup adalah sesuatu yang tidak tepat kerana sebenarnya mati tidak wujud sebagai suatu bentuk yang nyata. Mati itu bukan lawan kepada hidup, mati hanyalah ketiadaan apa yang memberi kehidupan itu sendiri iaitu nyawa.

Sekarang beritahu saya professor, adakah kamu mengajar bahawa manusia asalnya dari monyet?

Prof:       Jika kamu rujuk kepada proses evolusi semulajadi, ya.

Pelajar:      Pernahkah professor melihat evolusi itu sendiri?

(Professor menggeleng kepala dan tersenyum kerana mula merasakan perbincangan ini semakin hebat)

Pelajar:     Disebabkan tiada siapa pernah melihat proses evolusi itu sendiri sedang berjalan dan tidak boleh membuktikan yang ianya adalah suatu proses yang berlaku secara berterusan, adakah professor mengajar pendapat professor sahaja? Adakah professor saintis atau penceramah?

(Dewan kuliah menjadi gempar)

Pelajar:     Ada tak sesiapa didalam dewan ini pernah melihat otak professor?

(Pelajar lain tertawa)

Pelajar:    Ada tak sesiapa yang perasan akan otak professor itu? Rasainya, menghidunya? Saya pasti tiada siapa yang pernah berbuat demikian… jadi berdasarkan kepada pemerhatian, pada kajian, pada suatu yang boleh didemonstrasikan, sains menyatakan yang otak professor tidak wujud. Maaf saya katakan, bagaimana kami semua boleh percayakan kuliah2 professor selama ini?

(Seluruh dewan menjadi senyap.. Professor merenung lama kepada pelajar tersebut)
Prof:       Saya rasa kamu semua hanya perlu percayakan kepadanya.

Pelajar:    Itulah dia professor, hubungan antara manusia dan Tuhan adalah kepercayaan dan keimanannya dan itulah yang membuatkan kita dan seluruh alam ini hidup dan berfungsi sepertinya

Saturday, August 20, 2011

Baiknya Musik Itu....



Berbicara mengenai musik, Alan P Merriam menyebutnya sebagai suatu lambang dari hal-hal yang berkaitan dengan ide-ide maupun perilaku suatu masyarakat (Merriam,1964:32-33). Musik merupakan sebahagian dari kesenian, kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan (Koentjaraningrat, 1986 :203-204), dan merupakan salah satu keperluan manusia secara unviersal (Boedhisantoso,1982:23) yang tidak pernah lepas dari masyarakat.




Musik merupakan salah satu dari kebudayaan, nerarti musik diciptakan oleh manusia untuk memenuhi keperluannya akan sebuah keindahan. Dapat dimaksudkan bahawa musik memiliki fungsi dalam kehidupan manusia. Merriam dalam bukunya The Anthropology Of Music menyatakan ada 10 fungsi dari musik. Apa-apa sajakah kesepuluh fungsi musik itu ? berikut akan coba saya jelaskan.



Fungsi pengungkapan emosional


Disini musik berfungsi sebagai suatu media bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan atau emosinya. Dengan kata lain si pemain dapat mengungkapkan perasaan atau emosinya nelalui musik.




Fungsi penghayatan estetis

Musik merupakan suatu karya seni. Suatu karya dapat dikatakan karya seni apabila dia memiliki unsur keindahan atau estetika di dalamnya. Melalui musik kita dapat merasakan nilai-nilai keindahan baik melalui melodi atupun dinamikanya.






Fungsi hiburan
Musik memiliki fungsi hiburan mengacu kepada pengertian bahwa sebuah musik pasti mengandung unsur-unsur yang bersifat menghibur. Hal ini dapat dinilai dari Melodi ataupun liriknya.





Fungsi komunikasi.

Musik memiliki fungsi komunikasi berarti bahwa sebuah musik yang berlaku di suatu daerah kebudayaan mengandung isyarat-isyarat tersendiri yang hanya diketahui oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari teks atau pun melodi musik tersebut.





Fungsi perlambangan

Musik memiliki fungsi dalam melambangkan suatu hal. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek musik tersebut, misalmya tempo sebuah musik. Jika tempo sebuah musik lambat, maka kebanyakan teksnya menceritakan hal-hal yang menyedihkan. Sehingga musik itu melambangkan akan kesedihan.





Fungsi reaksi jasmani

Jika sebuah musik dimainkan, musik itu dapat merangsang sel-sel saraf manusia sehingga menyebabkan tubuh kita bergerak mengikuti irama musik tersebut. Jika musiknya cepat maka gerakan kita cepat, demikian juga sebaliknya.





Fungsi yang berkaitan dengan norma sosial

Musik berfungsi sebagai media pengajaran akan norma-norma atau peraturan-peraturan. Penyampaian kebanyakan melalui teks-teks nyanyian yang berisi aturan-aturan.





Fungsi pengesahan lembaga sosial.

Fungsi musik disini berarti bahwa sebuah musik memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu upacara . musik merupakan salah satu unsur yang penting dan menjadi bagian dalam upacara, bukan hanya sebagai pengiring.





Fungsi kesinambungan budaya.

Fungsi ini hampir sama dengan fungsi yang berkaitan dengan norma sosial. Dakam hal ini musik berisi tentang ajaran-ajaran untuk meneruskan sebuah sistem dalam kebudayaan terhadap generasi selanjutnya.



Fungsi pengintegrasian Masyarakat

Musik memiliki fungsi dalam pengintegrasian masyarakat. Suatu musik jika dimainkan secara bersama-sama maka tanpa disadari musik tersebut menimbulkan rasa kebersamaan diantara pemain atau penikmat musik itu.




 




p/s :   bagi aku musik adalah tempat alu meluahkan perasaan dan utk mengurangkan tension di kepala aku... aku gembira dengan adanya musik dalam diri aku...


MY LIFE IS NOTHING WITHOUT MuSixx !!!!!!!!